Selasa, 10 Agustus 2010

Bukti habbatussauda membantu kesuburan

12 Tahun Tunggu Momongan - bukti habbatussauda membantu kesuburan

RONA BAHAGIA TERPANCAR DARI WAJAH ARI GUSRINI SAAT BIDAN MENGATAKAN IA TENGAH BERBADAN DUA. SUDAH 2 PEKAN RINI—PANGGILANNYA—TERLAMBAT MENSTRUASI. PENANTIAN PANJANG SELAMA 12 TAHUN UNTUK MEMPEROLEH MOMONGAN ITU BERUJUNG KEBAHAGIAAN.
Bidan menganjurkan agar Rini segera memeriksakan ke dokter kandungan. Namun, Rini menolak saran bidan. “Kami kapok. Sebelumnya kami sering berkonsultasi dengan dokter kandungan agar bisa punya keturunan, tapi hasilnya nihil,” kata Nugraha Widyasaputra, suami Rini. Pasangan yang kini menetap di Desa Karyalaksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu menjalani beragam terapi setelah 4 tahun tak dikaruniai anak sejak menikah pada 1992.

Ketika itu dokter kandungan menyarankan untuk memeriksa kualitas sperma Nugraha. Hasil pemeriksaan dokter: sperma Nugraha encer. Menurut dr Sudarsono MS, dari Jurusan Biologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, jumlah sperma normal ketika ejakulasi minimal 10-juta sel/ml. “Kurang dari itu kemungkinan untuk
membuahi sel telur sulit,” ujarnya. Selain jumlah, kualitas sperma juga harus prima. Dokter H Taufik Jamaan SpOG, dokter spesialis kandungan dan kebidanan RS Bunda Jakarta Pusat, menuturkan minimal 50% dari jumlah sel sperma mesti bergerak normal dan 30% berbentuk normal.
Terapi
Sejak itu Nugraha dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti tauge dan telur untuk memperbaiki kualitas sperma. Sedangkan Rini menjalani terapi hidrotubasi. Menurut Taufik, terapi itu biasa dilakukan untuk mengetahui penyumbatan di saluran falopi.
Caranya, cairan yang mengandung antibiotik kanamycin 1 gram, deksametason 5 mg, dan antipasmodik cair disemprotkan ke dalam rahim. Cairan itu akan keluar lagi melalui vagina bila terjadi penyumbatan. Hasil terapi menunjukkan cairan itu menetap di dalam rahim. Artinya, Rini berpeluang hamil.
Namun, 4 bulan pascaterapi kehamilan tak kunjung datang. Rini lalu dianjurkan menjalani terapi lain yakni diatermi untuk melancarkan peredaran darah di rahim dan mematikan bakteri. Terapi radiasi gelombang mikro itu dilakukan setiap hari sebanyak 10 kali. Cara itu lagi-lagi tak membuahkan hasil.
Tak puas terapi medis, Rini pun mencoba menjalani terapi alternatif seperti pemijatan di sekitar rahim. Ia juga pernah disarankan tidur sambil mendekap buah kelapa. “Tapi saya menolak karena tidak masuk akal,” ujar ibu 42 tahun itu.
Pada 19 Juni 1997, pasangan itu mengadopsi anak berusia 3 bulan. Menurut kepercayaan orangtua, kehadiran anak angkat dapat “memancing” lahirnya keturunan. Namun, cara itu juga gagal total. “Sejak itu kami pasrah,” kata Nugraha. Ia pun akhirnya pergi ke Australia untuk bekerja. Sedangkan Rini kembali menyibukkan diri di yayasan pendidikan yang dikelolanya.
Lemak berlebih
Delapan belas bulan lamanya Nugraha menetap di Negeri Kanguru. Sepulang dari sana ia aktif mengikuti pengajian. Di sanalah ia diperkenalkan dengan jintan hitam Nigella sativa oleh seorang rekan. Dalam salah satu hadis disebutkan habbatusauda—sebutan jintan hitam dalam bahasa Arab—dapat mengobati segala penyakit kecuali kematian.
Berbekal keyakinan itu keduanya rutin mengkonsumsi jintan dalam bentuk serbuk yang dikapsulkan. Kapsul dikonsumsi pagi dan sore masing-masing 1 tablet. Enam tahun lamanya Nugraha dan Rini mengkonsumsi jintan. “Selama itu kami jarang sakit,” ujar Nugraha. Awal 2004 haid Rini berhenti. Rupanya itu awal kebahagiaan bagi mereka. Pada 1 September 2004, Rini melahirkan bayi perempuan bernama Qurrata Aini Humaira.
Menurut dr Achmad Zulfa J, MSi Med SpAnd, dari Jurusan Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, asam lemak tak jenuh pada jintan hitam meningkatkan aktivitas enzim 17-beta hydroxysteroid dehydrogenase. Enzim itu berperan dalam sintesis testosteron. Hormon itu berperan penting dalam proses spermatogenesis alias pembentukan sperma. Bentuk sperma yang sempurna juga mempengaruhi pergerakan sperma.
Keampuhan jintan hitam memperbaiki kualitas sperma dibuktikan Siti Sopia. Sarjana kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu memberi asupan minyak jintan pada 5 kelompok tikus wistar yang kualitas spermanya rendah akibat diet lemak berlebih. Hasil penelitian menunjukkan pemberian minyak jintan hitam berdosis 0,009—0,9 ml/hari meningkatkan persentase jumlah sperma yang memiliki motilitas atau pergerakan baik dari 17,5—21,66% menjadi 74,16—81,67%. Berkat hasil itu penantian Nugraha dan Rini selama 12 tahun berujung kebahagiaan. (Imam Wiguna)

  1. Nugraha Widyasaputra dan Ari Gusrini peroleh keturunan setelah konsumsi jintan hitam
  2. Jintan hitam kaya asam lemak tak jenuh yang berperan dalam sintesis hormon testosteron dalam proses spermatogenesis
 Sumber : trubus-online
 

Tidak ada komentar: