Kamis, 06 Mei 2010

Mioma, batal operasi dengan gamat dan spirulina

AKIBAT MIOMA BERDIAMETER 7 CM, DOKTER HANYA MEMBERI SATU PILIHAN BAGI ENDANG SUJIATI: PENGANGKATAN RAHIM .

Endang Sujiati ingat persis kejadian pada April 2007. Darah tak henti menetes sehingga ia mengira menstruasi. 'Rasanya perut bagian bawah seperti diremas. Sakitnya seperti melahirkan,' kata ibu 3 anak itu. Lima hari lamanya ia harus bergelut dengan penderitaan itu.

Sang suami, Heri Haryadi, iba melihat kondisi Endang sehingga bergegas ke sebuah rumahsakit di Tanjungpandan, Provinsi Bangka Belitung. Usai memeriksa intensif, dokter mendiagnosis mioma berdiameter 7 cm di rahim Endang. Ahli medis itu menyarankan histerektomi alias pengangkatan kandungan agar mioma tak membesar.

Otot polos
Ia mencari opini kedua, berharap diagnosis pertama itu keliru. Sayang, dokter di sebuah rumahsakit di Jakarta mendiagnosis serupa. Perempuan kepala tata usaha Sekolah Menengah Kejuruan di Tanjungpandan itu pasrah. Baginya tak ada pilihan lain sehingga bersiap menjalani operasi.

Menurut dr Taufik Jamaan SpOG di Menteng, Jakara, mioma adalah tumor jinak jaringan otot. Acap kali mioma diartikan sebagai tumor jaringan otot polos rahim. Letaknya di organ reproduksi wanita. Jumlah reseptor estrogen pada jaringan mioma lebih tinggi dibanding jaringan otot kandungan sehingga mioma membesar. Bobotnya bervariasi dari beberapa gram hingga 5 kg. Tumor itu banyak menyerang perempuan dalam masa subur dan jarang terjadi setelah menopause.

Itulah yang terjadi pada Endang yang saat itu berusia 53 tahun. Sepuluh hari menjelang operasi, Endang menginap di rumah seorang kerabat. Ketika menunggu waktu operasi itulah sang kerabat menyarankan Endang untuk mengkonsumsi ekstrak teripang dan spirulina. Keduanya membantu penyembuhan seorang rekan dari mioma. Endang pun mengkonsumsi sesendok makan ekstrak teripang 3 kali sehari. Pada saat bersamaan ia juga menelan 10 tablet spirulina 3 kali sehari.

Dua hari berselang, Endang merasakan bagian bawah perutnya berdenyut lebih dari 3 kali. Setelah itu gumpalan-gumpalan darah berwarna hitam berdiameter 1 - 2 cm keluar. Endang semula kaget. Namun, sang kerabat meyakinkan bahwa itu mioma yang mulai digerus oleh ekstrak teripang. Endang pun melanjutkan konsumsi ekstrak teripang.

Urung
Pada hari ditentukan operasi, Endang berangkat ke rumahsakit. Namun, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan diameter mioma mengecil, hanya 5 cm. Oleh karena itu ahli medis memutuskan operasi batal dan menyarankan Endang berobat jalan. Keputusan dokter itu makin meneguhkan nenek 6 cucu itu untuk meneruskan konsumsi ekstrak teripang dan spirulina.

Pemeriksaan pada April 2008, 'Dokter menyatakan rahim saya sudah bersih dari mioma,' kata perempuan kelahiran 25 Oktober 1954 itu. Untuk menjaga kesehatan ia melanjutkan konsumsi 1 sesendok makan teripang dan 5 tablet spirulina per hari.

Bukti empiris itu sejalan dengan hasil riset AM Popov, peneliti di Institut Pasifik untuk Kimia Bioorganik Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Popov membuktikan teripang berefek sitotoksik alias pembunuh sel kanker berkat kandungan glikosida seperti echinosida A dan B, holotoksin A1, holothurin A dan B, serta curucumariosida G1. Glikosida merupakan senyawa alami yang bersifat antitumor dan antikanker.

Kandungan filinopsida A dalam teripang pun ampuh menekan pertumbuhan tumor. Musababnya filinopsida bersifat ant iangiogenesis al ias mencegah pembentukan pembuluh darah mikro baru. Akibatnya sel tumor gagal berkembang dan mati akibat tak mendapatkan pasokan nutrisi. Itu masih diimbangi oleh khasiat spirulina yang kaya antioksidan. Tak heran, mioma Endang urung berkembang dan tergerus hilang tak berbekas. (Faiz Yajri)

majalah Trubus
edisi oktober 2009

herbal untuk penyakit terkait:
gamat emas 77, super spirulina, afiafit, habbatussauda, sekar malam

Tidak ada komentar: